OPINI: 2025 dalam Ingatan, 2026 dalam Ikhtiar

OPINI430 Dilihat

Oleh: Andi Makmur Burhanuddin

SULSEL.NEWS – Tahun 2025 perlahan kita tinggalkan. Ia menjadi bagian dari ingatan kolektif, menyimpan jejak langkah, capaian, sekaligus kegelisahan yang belum sepenuhnya terjawab. Dalam ingatan itulah kita seharusnya jujur membaca perjalanan setahun terakhir, tanpa euforia berlebihan, tetapi juga tanpa menutup mata pada kemajuan yang telah diraih.

Bagi Kota Makassar, 2025 mencatat sejumlah capaian penting. Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia menunjukkan adanya upaya serius memperbaiki kualitas hidup warga melalui sektor kesehatan, pendidikan, dan standar hidup. Ini patut dihargai sebagai hasil kerja bersama, lintas sektor, dan lintas peran. Angka-angka tersebut penting, bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai penanda arah.

Namun, ingatan yang sehat tidak berhenti pada statistik. Di balik capaian agregat, masih ada realitas sosial yang menuntut perhatian lebih besar. Pengangguran, ketimpangan akses layanan, dan kerentanan kelompok tertentu tetap menjadi bagian dari wajah kota ini. Refleksi akhir tahun justru menemukan maknanya ketika kita berani mengakui bahwa pembangunan belum sepenuhnya merata.

Tahun 2025 juga mengajarkan bahwa kebijakan publik tidak boleh kehilangan rasa. Di tengah bencana yang menimpa saudara-saudara kita di berbagai daerah, kita diingatkan bahwa empati dan solidaritas bukan nilai tambahan, melainkan fondasi kehidupan bersama. Menahan diri, saling menjaga, dan menguatkan satu sama lain adalah bagian dari ikhtiar sosial yang sering luput dari perhitungan formal.

Memasuki 2026, yang dibutuhkan bukan sekadar rencana, tetapi ikhtiar yang sungguh-sungguh. Ikhtiar untuk memperbaiki kebijakan agar lebih berpihak pada mereka yang rentan. Ikhtiar untuk memastikan transformasi digital benar-benar inklusif. Ikhtiar untuk menjadikan pendidikan bukan hanya lebih lama, tetapi lebih relevan dengan kehidupan nyata. Dan ikhtiar untuk menjaga agar demokrasi tetap bekerja dengan akal sehat dan etika.

Sebagai wakil rakyat, saya meyakini bahwa ikhtiar adalah kerja yang konsisten, sering kali sunyi, dan menuntut keberanian untuk mendengar kritik. 2026 harus menjadi tahun penguatan kolaborasi, bukan penguatan ego. Tahun memperluas keberpihakan, bukan memperlebar jarak antara kebijakan dan warga.

2025 kita simpan dalam ingatan sebagai pelajaran.
2026 kita songsong dengan ikhtiar yang lebih jujur, lebih peduli, dan lebih berpihak pada kepentingan bersama.

Karena masa depan kota ini tidak ditentukan oleh seberapa tinggi angka yang kita capai, tetapi oleh seberapa banyak kehidupan yang benar-benar kita perbaiki bersama.

Selamat menutup 2025. Selamat menjemput 2026 dengan niat yang lebih bersih dan kerja yang lebih menghadirkan manfaat. (*)