Hj Umiyati Pacu Atlet IPSI Makassar, Bidik 10 Emas di Porprov XVIII

NEWS152 Dilihat

SULSEL.NEWS – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar memasang target tinggi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang.

Pada ajang olahraga multi-event tingkat provinsi tersebut, IPSI Kota Makassar membidik sedikitnya 10 medali emas dari cabang olahraga pencak silat.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya IPSI Makassar untuk mempertahankan prestasi sekaligus memperkuat posisi Kota Makassar sebagai salah satu daerah dengan kekuatan pencak silat yang diperhitungkan di Sulawesi Selatan.

Ketua IPSI Kota Makassar, Hj Umiyati, mengatakan target 10 medali emas bukanlah angka yang ditetapkan tanpa perhitungan. Menurutnya, target tersebut disusun berdasarkan potensi atlet, hasil evaluasi pembinaan, serta performa para pesilat Makassar dalam sejumlah kejuaraan yang telah diikuti.

“Target kita 10 medali emas. Ini tentu bukan target yang mudah, tetapi kami optimistis bisa mencapainya dengan persiapan yang matang, kerja keras atlet, pelatih dan seluruh jajaran IPSI Makassar,” ujar Hj Umiyati, saat ditemui di Launching Kontingen Porprov, di Kantor KONI Makassar, Sabtu (3/10/2026)

Ia menegaskan, persiapan menghadapi Porprov Sulsel XVIII harus dilakukan secara serius dan terukur. Tidak hanya dari sisi teknik, tetapi juga menyangkut fisik, mental bertanding, disiplin, serta kesiapan para atlet menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Menurut Umiyati, pengalaman para atlet IPSI Makassar dalam mengikuti berbagai kejuaraan menjadi modal penting untuk menghadapi Porprov. Para pesilat tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknik yang baik, tetapi juga harus mampu menjaga konsistensi penampilan ketika berada di arena pertandingan.

“Kami ingin atlet datang ke Porprov dalam kondisi benar-benar siap. Mereka harus memiliki mental juara, disiplin dalam latihan dan mampu menjalankan strategi yang diberikan pelatih,” katanya.

Umiyati juga memberikan apresiasi kepada para pelatih, atlet, pengurus IPSI Makassar, serta pihak-pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap pembinaan pencak silat di Kota Makassar.

Ia menyebut pencapaian prestasi tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari penjaringan atlet, peningkatan kualitas latihan, pematangan teknik hingga pemberian pengalaman bertanding melalui berbagai kejuaraan.

“Prestasi itu lahir dari proses. Karena itu, kami terus mendorong pembinaan atlet secara berkelanjutan. Kami ingin pesilat Makassar tidak hanya berprestasi di tingkat Sulsel, tetapi juga mampu berbicara di tingkat nasional,” jelasnya.

Untuk mencapai target 10 emas tersebut, IPSI Makassar akan terus melakukan evaluasi terhadap para atlet yang dipersiapkan menghadapi Porprov. Evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan kemampuan masing-masing atlet sekaligus menentukan strategi terbaik menghadapi nomor-nomor pertandingan yang akan diikuti.

Anggota DPRD Kota Makassar ini berharap seluruh atlet yang nantinya dipercaya memperkuat kontingen Makassar dapat menjaga semangat, kekompakan dan sportivitas selama menjalani proses persiapan hingga pertandingan.

“Kami meminta para atlet fokus dan jangan cepat puas. Perjalanan menuju Porprov masih panjang. Terus berlatih, jaga kondisi dan tunjukkan bahwa atlet Makassar mampu memberikan prestasi terbaik untuk daerah,” tegasnya.

IPSI Makassar juga berharap dukungan dari Pemerintah Kota Makassar, KONI Kota Makassar, para pelatih, orang tua atlet dan seluruh masyarakat dapat terus mengalir selama proses persiapan.

Dengan target 10 medali emas, IPSI Makassar bertekad menjadikan Porprov Sulsel XVIII bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk membuktikan hasil pembinaan atlet pencak silat Kota Makassar.

Target tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh tim untuk bekerja lebih keras dan menjaga tradisi prestasi pencak silat Makassar di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. (*)