BAZNAS Sulsel Dorong Sinergi dengan BI,  Perkuat Program Strategis Berbasis Data dan Respons Kebencanaan

EKOBIS76 Dilihat

SULSEL.NEWS — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan audiensi dan penjajakan sinergi kelembagaan dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan.

Pertemuan itu menjadi momentum untuk memperkenalkan sejumlah agenda strategis BAZNAS Sulsel sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam penguatan pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan, serta respons terhadap kondisi kebencanaan di Sulawesi Selatan.

Audiensi diterima oleh Direktur Eksekutif Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Rizki Ernadi Wimanda, S.E., M.A., bersama Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, serta Dwi Tjahja K. Wardhono, Asisten Direktur/Kepala Tim Implementasi Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan.

Dari BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan hadir Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, S.T., S.E.Sy., Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Kamaruddin Arsyad, M.E.I., serta Tenaga Ahli BAZNAS Sulsel, yaitu Faisal Riza Basalamah M.T, Abdurrahman Mansyur M.A, Dr. Ainul Fatha Isman M.A, Muh. Ahsan Kamil M.E, dan Muhammad Naufal S.T.

BAZNAS Sulsel Perkuat Pendistribusian ZIS Berbasis Data

Dalam audiensi tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Riswan Ilyas, memaparkan sejumlah agenda strategis BAZNAS Sulsel, salah satunya Zakat Distribution Data Forum 2026.

Forum tersebut dirancang sebagai ruang penguatan kapasitas pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ se-Sulawesi Selatan dalam membangun sistem pendistribusian zakat yang berbasis data, tepat sasaran, terukur, dan berorientasi pada dampak.

Riswan menjelaskan bahwa perkembangan tata kelola zakat saat ini menuntut lembaga amil tidak hanya mampu menyalurkan dana, tetapi juga memastikan bahwa setiap intervensi memiliki dasar data yang kuat dan dapat diukur manfaatnya bagi mustahik.

“Kami ingin mendorong agar pendistribusian zakat semakin berbasis data. Data bukan hanya untuk pelaporan, tetapi menjadi dasar dalam menentukan siapa yang harus dibantu, bentuk intervensinya, berapa kebutuhannya, dan bagaimana kita mengukur perubahan setelah intervensi dilakukan,” ujar Riswan.

Zakat Distribution Data Forum 2026 mengangkat tema “Dari Data Menuju Mustahik Berdaya: Membangun Pendistribusian ZIS yang Tepat Sasaran, Terukur, dan Berdampak.”

Forum tersebut akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BPS Sulawesi Selatan, Dinas Sosial, Kanwil Kementerian Agama, BAZNAS RI, Bank Indonesia, serta unsur pengelola zakat. Salah satu agenda penting forum adalah memperkuat pemanfaatan data sosial-ekonomi dalam perencanaan dan targeting program pendistribusian ZIS.

Dr. Kamaruddin: Zakat Harus Terhubung dengan Pemberdayaan

Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Kamaruddin Arsyad, kemudian memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai arah pendistribusian dan pendayagunaan zakat di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, pengelolaan zakat perlu diarahkan agar memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan agenda pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kita ingin zakat tidak berhenti pada bantuan sesaat. Untuk program-program tertentu, kita ingin memastikan mustahik memiliki peluang untuk naik kelas, menjadi lebih mandiri, dan pada akhirnya keluar dari ketergantungan terhadap bantuan,” jelas Kamaruddin.

Dalam konteks tersebut, BAZNAS Sulsel terus mengembangkan berbagai program strategis yang menyasar pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, serta intervensi sosial bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Selain pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Sulsel juga menyampaikan komitmennya dalam memperkuat respons kebencanaan, khususnya dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana serta mendukung proses pemulihan pascabencana.

BI Sambut Peluang Kolaborasi

Pemaparan BAZNAS Sulsel kemudian mendapatkan respons positif dari jajaran Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan. BI menyambut baik agenda Zakat Distribution Data Forum 2026 dan menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan forum tersebut.

BI menilai Zakat Distribution Data Forum 2026 memiliki peran penting dalam mendorong penguatan tata kelola pendistribusian ZIS yang berbasis data, tepat sasaran, terukur, dan berdampak bagi masyarakat.

Dukungan itu diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara BAZNAS, LAZ, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mengoptimalkan pemanfaatan data untuk program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan.

Selain itu, BI menyampaikan, pihaknya memiliki kegiatan kompetisi program pemberdayaan ekonomi lembaga ZISWAF unggulan.

Melalui kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan diharapkan dapat ikut berpartisipasi, memeriahkan agenda, serta mengambil insight dari berbagai program pemberdayaan ekonomi yang inovatif dan telah dikembangkan oleh lembaga ZISWAF.

“Kami menyambut baik agenda Zakat Distribution Data Forum yang akan dilaksanakan oleh BAZNAS Sulsel. Kami juga berharap BAZNAS Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan dapat berpartisipasi dalam kompetisi program pemberdayaan ekonomi lembaga ZISWAF unggulan, sehingga dapat saling berbagi pengalaman dan mengambil pembelajaran dari berbagai inovasi program pemberdayaan yang ada,” ujar perwakilan BI Sulawesi Selatan.

Dalam pertemuan itu, BI juga menyampaikan peluang sinergi dalam kegiatan edukasi, khususnya terkait sistem pembayaran digital dan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Edukasi itu diharapkan dapat membantu BAZNAS dan lembaga pengelola zakat dalam mengoptimalkan penghimpunan ZIS dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) melalui kanal pembayaran yang lebih mudah, cepat, aman, dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Sinergi edukasi sistem pembayaran digital dan QRIS juga dinilai dapat memperluas akses masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya, sekaligus mendukung transparansi serta efisiensi dalam proses penghimpunan.

Menuju Kolaborasi yang Lebih Konkret

Audiensi ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat dilanjutkan dengan penyusunan bentuk kolaborasi yang lebih konkret antara BAZNAS Sulsel dan BI Sulsel.

Sinergi itu dapat diarahkan pada dukungan terhadap pelaksanaan Zakat Distribution Data Forum 2026, partisipasi BAZNAS Kabupaten/Kota dalam kompetisi program pemberdayaan ekonomi lembaga ZISWAF unggulan, penguatan kapasitas UMKM mustahik, pengembangan program pemberdayaan ekonomi, serta edukasi sistem pembayaran digital dan QRIS untuk mengoptimalkan penghimpunan ZIS dan DSKL.

BAZNAS Sulsel memandang kolaborasi lintas lembaga sebagai bagian penting dalam memperluas dampak pengelolaan zakat.

Melalui sinergi dengan berbagai institusi strategis, BAZNAS Sulsel berharap dana ZIS dan DSKL dapat dikelola semakin profesional, dihimpun melalui kanal yang mudah diakses masyarakat, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya kelompok masyarakat miskin dan rentan di Sulawesi Selatan.(*/rls)