oleh

Super Tani Indonesia Perkuat Jaringan Nasional, Dukung Swasembada Pangan

SULSEL.NEWS – Komisaris Utama PT Super Tani Indonesia (STI), Andi Undru Mario kembali memperkenalkan pupuk andalan hasil racikannnya. Pupuk dengan merek dagang Super Tani Indonesia sejak beberapa tahun terakhir telah merambah sejumlah provinsi di Indonesia berbekal mutu dan kualitas serta legalitas nasional.

“Saat ini, kami kembali gencar memperkuat jaringan di beberapa wilayah dan mensosialisasikan keunggulan dari pupuk Super Tani Indonesia ini,” kata Andi Undru, Senin (13/4/2020).

Pensiunan TNI dengan pangkat terakhir Kapten Cpl tersebut menjelaskan tentang keunggulan pupuk Super Tani.

Dia menyebut, merupakan pupuk majemuk yang mengandung unsur hara makro dan mikro resmi kategori anorganik dalam kemasan.

Produk itu dikemas dalam bentuk 1 zak seberat 25 kg dengan hargax Rp 250.000 per zak. Dua kali pengaplikasian pada lahan 1 hektar sawah. Pemupukan pertama 1 minggu setelah penanam dengan dosis 1 zak pupuk Super Tani ditambahkan 2 sampai 3 zak pupuk Urea.

“Pemupukan kedua pada saat padi sudah berumur 45 hari/bunting dengan dosis 1 zak Super Tani ditambahkan 2 sampai 3 zak Urea,” terang Andi Undru.

Dia menjelaskan mengenai anggaran yang dikeluarkan sangat terjangkau, hanya pada kisaran Rp 900.000 – Rp 1.100.000. Lebih tinggi dibandingkan biaya harga pupuk yang sering digunakan oleh petani dalam 1 hektare, yakni pupuk Urea, ZA, Ponska, dengan masa 3 kali pemupukan, bisa sampai habis Rp 2.500.000 sampai Rp 3.000.000.

“Jadi, dengan menggunakan pupuk Super Tani, bisa menekan biaya sampai 40 persen serta dapat meningkatkan produksi serta mutu (Rendimen) 30 persen,” jelas Andi Undru.

Produk pupuk Super Tani mulai diformulasikan sejak 2000 di Kabupaten Bone yang sebelumnya berbadan Usaha CV. Resky Surya Prima.

Penyempurnaan formulasi, baik dosis maupun komposis serta aplikasi teknis mencapai kesempurnaan melalui bimbingan tim penyuluh pertanian.

Pada 2008, Super Tani Indonesia mendapatkan Perizinan Nasional Pertama Dari DEPTAN Kementerian Pertanian RI 2008.

Respons pasar dalam hal penggunaan Super Tani semakin meluas dan antusiasme pelanggan dari kalangan petani cukup besar.

Pada 2016, berbekal mutu dan kualitas, pupuk Super Tani kembali berhasil mendapatkan izin dari DEPTAN-RI yang kedua kalinya dengan sistem online.

Kemudian, pada 2020 ini, PT Super Tani Indonesia, dengan mengusung tagline “Pupuk Murah Berkualitas”, telah membentuk jaringan pemasaran dengan melibatkan komponen pertanian dan hadir sebagai solusi dalam menjawab kelangkaan pupuk di kalangan petani.

“Semoga dengan Kehadiran pupuk Super Tani Indonesia, dan partisipasi teman-teman sekalian, bisa menjadi solusi buat petani demi terwujudnya program dalam rangka pencapaian swasembada nasional,” tutur Andi Undru Mario. (*/rls)

Editor: admin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.