Cegah Penyimpangan di Sekolah, Komisi D DPRD Makassar Dorong DPPPA Sosialisasi Bahaya LGBT Secara Massif

NEWS35 Dilihat

SULSEL.NEWS — Komisi D DPRD Kota Makassar meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) untuk lebih aktif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dalam upaya pencegahan perilaku menyimpang di kalangan pelajar.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, usai Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan I Anggaran 2026 bersama DPPA Kota Makassar, Kamis (2/4/2026).

Ari mengungkapkan, langkah tersebut penting dilakukan menyusul maraknya isu-isu perilaku menyimpang yang mulai muncul di lingkungan sekolah.

“Jadi memang kami minta DPPA ini banyak berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Kalau perlu, di setiap upacara sekolah diumumkan terkait bahayanya, kemudian bagaimana cara pencegahannya secara serentak di semua sekolah,” ujarnya.

Ia menilai, lingkungan sekolah menjadi salah satu titik rawan yang perlu mendapat perhatian serius dalam upaya perlindungan anak.

Menurutnya, berbagai bentuk relasi yang tidak sehat, baik antar sesama pelajar maupun antara guru dan murid, harus diantisipasi sejak dini melalui edukasi yang tepat.

“Yang paling penting bagaimana siswa ini memahami cara menjaga dirinya. Anak-anak ini kadang belum paham, sehingga rentan terhadap berbagai bentuk penyimpangan maupun tindakan predator,” jelasnya.

Ari juga menyoroti minimnya anggaran yang dimiliki DPPA dalam menjalankan program sosialisasi. Meski begitu, ia mengapresiasi rencana DPPA untuk tetap melakukan edukasi melalui media sederhana.

“Memang kemarin dari DPPA mengakui keterbatasan anggaran, tetapi mereka berencana membuat selebaran yang akan disampaikan ke sekolah-sekolah. Nantinya dibacakan oleh kepala sekolah saat upacara, sehingga semua siswa, guru, dan wali kelas bisa mendengarkan,” katanya.

Ia berharap, langkah tersebut dapat menjadi solusi awal untuk meningkatkan kesadaran seluruh pihak di lingkungan pendidikan terkait pentingnya menjaga diri dan mencegah perilaku yang tidak sesuai.

“Dengan sosialisasi yang massif, kita harap anak-anak bisa lebih memahami dan lebih waspada, sehingga bisa melindungi diri mereka dari potensi bahaya,” tutupnya. (*)