Pengawasan Pemerintahan Daerah, Hj Umiyati Tekankan Sinergi Kelurahan dan Partisipasi Masyarakat

NEWS25 Dilihat

SULSEL.NEWS – Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah bersama jajaran Kecamatan Manggala di Hotel Grand Imawan, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Lurah Manggala, Sukri Abbas, dan Lurah Bangkala, M Dapri Koding, sebagai narasumber. Keduanya memaparkan berbagai program pemerintahan di tingkat kelurahan sekaligus menjawab berbagai pertanyaan dan masukan dari masyarakat.

Dalam sambutannya, Hj Umiyati mengatakan sengaja menghadirkan dua lurah dalam kegiatan pengawasan tersebut untuk melihat sejauh mana penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kelurahan berjalan dengan baik, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, kelurahan merupakan ujung tombak pemerintahan yang berhadapan langsung dengan warga. Karena itu, kualitas pelayanan publik, respons terhadap persoalan masyarakat, hingga pelaksanaan program pemerintah harus terus menjadi perhatian.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mengetahui secara langsung bagaimana pelayanan di tingkat kelurahan, apa saja kendala yang dihadapi, serta mencari solusi bersama agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” ujar Umiyati.

Politisi tersebut menegaskan, fungsi pengawasan DPRD bukan semata-mata mencari kesalahan, melainkan memastikan setiap program pemerintah berjalan sesuai aturan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran secara terbuka sehingga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.
“Masukan dari masyarakat sangat penting. Dengan komunikasi yang baik antara warga, pemerintah kelurahan, kecamatan, dan DPRD, berbagai persoalan dapat diselesaikan bersama,” katanya.

Sementara itu, Lurah Manggala, Sukri Abbas, memaparkan berbagai program yang telah dijalankan di wilayahnya, mulai dari peningkatan pelayanan administrasi kependudukan, penanganan persoalan lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Ia menegaskan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengedepankan prinsip cepat, mudah, dan transparan.

“Kami selalu terbuka menerima masukan dari masyarakat. Setiap kritik menjadi bahan evaluasi agar pelayanan publik di Kelurahan Manggala semakin baik,” ujarnya.

Ditambahkan Sukri Abbas, salah satu program yang terus diperkuat di wilayahnya adalah sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ia mengatakan, Pemerintah Kelurahan Manggala terus mendorong warga untuk memilah sampah sejak dari rumah, mengoptimalkan peran bank sampah, serta meningkatkan koordinasi dengan petugas kebersihan agar proses pengangkutan sampah berjalan lebih efektif.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar membiasakan memilah sampah organik dan anorganik dari rumah. Dengan sistem ini, volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat dikurangi, sementara sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan melalui bank sampah,” ujar Sukri Abbas.

Selain itu, pihaknya juga rutin melaksanakan kerja bakti bersama warga, RT/RW, serta komunitas lingkungan sebagai upaya menjaga kebersihan kawasan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Sukri berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat agar pengelolaan sampah di Kelurahan Manggala semakin tertata dan mampu menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Makassar. (*)