Buka LK2 HMI, Wali Kota Makassar Tekankan Peran Pemuda Jadi Motor Perubahan

NEWS12 Dilihat

SULSEL.NEWS – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan arahan sekaligus motivasi kepada peserta Intermediate Training atau Latihan Kader II (LK2) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Tamalate Cabang Makassar yang digelar di Balai Kota Makassar, Sabtu (24/01/2026).

Dalam arahannya, Munafri menekankan pentingnya peran mahasiswa dan pemuda dalam merespons berbagai isu strategis yang berkembang saat ini, baik di tingkat global maupun nasional. Mulai dari perubahan iklim, dinamika kebijakan nasional, hingga pelaksanaan demokrasi yang membutuhkan pemikiran kritis dan pandangan yang komprehensif.

Ia berharap melalui LK2, akan lahir generasi muda yang tidak hanya kritis, tetapi juga tangguh, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam proses pembangunan.

“Anak muda harus hadir memberi inspirasi, bukan sekadar menengadahkan tangan,” tegasnya.

Munafri juga menilai HMI sebagai salah satu organisasi kaderisasi yang memiliki rekam jejak kuat dalam melahirkan pemimpin di berbagai sektor kehidupan bangsa. Menurutnya, sejarah telah membuktikan kontribusi kader HMI di berbagai lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, Munafri menyebut LK2 sebagai wadah penting untuk menempa pola pikir, memperkuat karakter kepemimpinan, serta membangun kemampuan kritik yang berbasis pengetahuan dan argumentasi yang kuat.

Ia pun mengapresiasi seluruh pengurus, panitia, dan instruktur yang telah meluangkan waktu dan tenaga dalam proses kaderisasi tersebut, serta mengajak peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai bagian penting dari perjalanan kepemimpinan mereka.

“Anak muda adalah motor penggerak di segala sektor. Jadilah anak muda yang memberi dampak dan manfaat bagi masyarakat. Dengan keunggulan itulah kita bisa bersaing dan mengangkat derajat bangsa ke depan,” jelasnya.

Munafri berharap kegiatan LK2 HMI ini mampu melahirkan kader-kader pemimpin yang berintegritas, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan zaman. (*)